Bantuan untuk Korban Banjir Kabupaten Bandung Masih Minim

Ilustrasi Salah seorang warga Dayeuh Kolot melintasi banjir pada Jumat (29/3/2019)/ Antara

BANDUNG –  Warga di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang terdampak banjir luapan  sungai Citarum  berharap bantuan yang lebih banyak lagi.

“Sejak kemarin bantuan belum ada. Biasanya pas surut bantuan datang, dan yang punya relasi dan yang gak ada mah gak dapat,” ujar  Usron (65) warga Kampung Jambatan, RW 09 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah dilokasi banjir, Jumat (5/4/2019).

Ia menambahkan, kebutuhan yang diperlukan warga banjir saat ini adalah makanan hingga ban bekas untuk evakuasi. Menurutnya, banyak warga yang tinggal di gang sempit tidak bisa dievakuasi karena kapal tidak bisa menjangkau lokasi.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, akses jalan mulai terputus sejak di jalur Moch Toha-Dayeuhkolot, tepatnya didepan pabrik Metro. Kemudian banjir merendam akses jalan Dayeuhkolot-Ciparay, di depan pasar Dayeuhkolot dan jalan Siliwangi. Serta akses jalan ke Banjaran dan Andir-Katapang.

Masyarakat yang hendak melintas jalur tersebut terpaksa menggunakan delman dengan membayar Rp 10 ribu perorang dan perahu yang disediakan oleh TNI Angkatan Udara. Aktivitas di Pasar Dayeuhkolot dan pemukiman juga lumpuh akibat banjir.

Advertisement