KHARTOUM – Pemimpin sementara Sudan Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mengatakan, dewan militer transisi berkomitmen untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil segera. Dewan militer sudah mengambil alih kekuasaan dari pemimpin lama Omar al-Bashir.
Tetapi para pemimpin oposisi, Ahad (21/4/2019) masih menunda pembicaraan dengan para penguasa militer karena mereka belum percaya dengan janji mereka yang akan mentransfer kendali negara di Afrika Utara itu.
“Dewan militer transisi adalah pelengkap bagi pemberontakan dan revolusi. Dewan itu berkomitmen untuk menyerahkan kekuasaan kepada rakyat,” kata Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan kepada televisi pemerintah, Ahad.
“Kami sama sekali tidak rakus ingin tetap berkuasa lebih dari waktu yang kami sepakati dengan partai-partai oposisi. Kami sedang menunggu oposisi mengajukan proposal mereka,” imbuhnya.
Namun para pemimpin oposisi kemudian mengatakan kepada para pendukungnya di sebuah demonstrasi besar di ibukota Khartoum bahwa militer telah gagal memenuhi tuntutan mereka dan negosiasi akan diganti dengan demonstrasi lebih lanjut.
“Dewan militer masih belum serius menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil. Dewan [militer] ini juga mewakili bagian dari rezim lama,” kata Mohamed al-Amin Abdulaziz, juru bicara Asosiasi Profesional Sudan (SPA).
“Kami akan melanjutkan protes kami dan kami akan meningkatkan protes kami. Kami akan memboikot pembicaraan dengan dewan militer,” katanya mengakhiri seperti dilansir Al Jazeera.





