JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI membantah pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La, Kolombo, pada akhir pekan lalu adalah warga Indonesia, melainkan warga Sri Lanka.
“Kedutaan Besar RI di Kolombo telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas keamanan Sri Lanka dan memperoleh informasi bahwa nama (pelaku) yang benar adalah Insan Seelawan, warga negara Sri Lanka,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (23/4/2019), dalam keterangan tertulisnya.
Informasi tersebut mulai menyebar saat media lokal merilis nama pelaku pengeboman di Hotel Shangri-La yang telah teridentifikasi bernama Insan Setiawan.
Dalam artikel itu tidak disebutkan kewarganegaraan pelaku tersebut. Namun, spekulasi mulai muncul bahwa pelaku itu adalah WNI lantaran nama belakangnya yang identik dengan nama umum bagi laki-laki Indonesia.
Namun, Iqbal mengklarifikasi bahwa kemungkinan telah terjadi salah penulisan nama pelaku bom oleh media-media lokal di sana.




