MEKSIKO – Sebanyak 1.300 migran terutama dari Kuba melarikan diri pada Kamis (25/4/2019) dari pusat penahanan di Meksiko selatan setelah mengancam akan membakar fasilitas untuk memprotes tempat penahanan yang sangat padat.
Melarikan diri massal tersebut terjadi waktu makan malam ketika beberapa narapidana memberontak di pusat di Tapachula, di negara bagian selatan Chiapas.
“Ada keluar secara besar-besaran di stasiun migrasi,” ungkap National Institute of Migration (INM), dilansir AFP, Jumat (26/4/2019).
Sejak Oktober, puluhan ribu orang Amerika Tengah dan Kuba telah melintasi Meksiko dengan harapan mendapatkan perlindungan di Amerika Serikat.
Pusat Tapachula dibangun untuk menampung 900 orang, tetapi penduduk mengatakan terkadang menampung sebanyak 3.000 orang.
“Kami sangat sesak, kami tidur di lantai,” kata seorang tahanan Kuba.
Ini adalah ketiga kalinya sejak Oktober bahwa para migran di Tapachula melakukan kerusuhan terhadap kondisi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan para migran itu merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS dan menuntut agar Meksiko menahan mereka dan mengirim mereka pulang.





