Pimpin Rapat di DK PBB, Indonesia akan Bahas Konflik Palestina, Yaman dan Suriah

Ilustrasi sidang DK PBB/ foto: Anadolu Agency

JAKARTA – Indonesia akan memimpin rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal Situasi Timur Tengah di New York, Amerika Serikat, pada 22 Mei mendatang.

Dalam rapat tersebut, Indonesia bertekad membahas keberlanjutan proses perdamaian Israel dan Palestina saat

Ketua Satgas Harian Keanggotaan RI di DK PBB Kemlu RI, Hari Prabowo, mengatakan salah satu yang akan Indonesia tekankan dalam rapat yakni seruan kepada seluruh negara, terutama pihak-pihak terkait untuk menghentikan segala tindakan yang mampu menghambat proses perdamaian.

Hari menegaskan Indonesia selalu mendukung segala gagasan mengenai proses perdamaian Israel-Palestina selama proposal itu didasari prinsip-prinsip internasional yang disepakati.

Hal itu diungkapkan Hari ketika ditanya terkait sikap Indonesia terhadap proposal damai gagasan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang rencananya diungkap Gedung Putih pada Juni mendatang.

Palestina menolak keras proposal tersebut yang dianggap bukan rencana perdamaian. Palestina menganggap AS tidak netral dan pro-Israel, terutama setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 2017 lalu.

“Bagi Indonesia pendekatan baru itu bagus-bagus saja, tapi fresh approach bukan berarti mengabaikan paramater dan prinsip internasional yang sudah lama disepakati kan? Termasuk soal two state solution ini,” kata Hari, dalam keterangan pers di Jakarta.

Selain bahas Palestina, Hari mengatakan rapat tersebut juga akan membahas laporan utusan khusus sekretaris jenderal PBB mengenai proses perdamaian di Timur Tengah secara menyeluruh, seperti konflik Yaman dan Suriah.

“Intinya dalam briefing ini, 15 negara anggota DK PBB ingin membahas aksi nyata apa yang bisa dilakukan untuk selesaikan konflik-konflik di Timur Tengah dan pentingnya memajukan proses perdamaian yang kredibel,” kata Hari.

 

Advertisement