DEMAK – Ernawati (34), ibu dari dua anak bernama Teguh Rahayu Slamet (13), dan Akhmad Sabiq Habibie (5) sudah dua tahun berusaha, membanting tulang sendiri demi menghidupi keluarga.
Erna, begitu panggilan akrabnya memutuskan untuk berpisah dengan suaminya dan saat ia tinggal di Gang Kramat Jati, Dusun Kedunguter RT 02 RW 03 Kelurahan Kedunguter, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, atau rumah milik orangtua dari Erna.
Sebelumnya Erna mencari nafkah dengan berjualan, namun Erna berhenti berjualan karena kehabisan modal usaha. Lalu ia memutuskan untuk bekerja di Pelabuhan Tanjungmas dengan gaji Rp 50.000 per hari.
Erna juga terlilit hutang di rentenir sebesar Rp 2.500.000,- (pokok pinjaman) belum lagi ditambah bunga yang harus dibayarkan setiap minggu 10% dari pokok pinjaman (Rp 250.000,-). Tak hanya itu, ia juga memiliki hutang di bank, yang setiap minggunya ia harus membayar Rp 100.000,-.
Dengan kondisi yang sangat terhimpit, Erna sempat putus asa. Qadarullah, ada orang yang berbaik hati datang menemuinya di RS Kariadi, merekomendasikan untuk mencoba mencari bantuan melalui Dompet Dhuafa.
“Kalau saya boleh pilih, saya mending jualan lagi mbak (rujak, es dan sosis) daripada saya bekerja di Pelabuhan uang saya habis cuma buat bayar bunga di rentenir. Karena setiap dua minggu sekali saya belanja hanya mengeluarkan Rp 400.000 saja, dan perhari saya bisa dapat Rp 100.000 keuntungannya,” ujar Erna, dikutip dari dompetdhuafa.org.
Selang seminggu setelah melalui proses survey dan assesment dari tim Dompet Dhuafa Jawa Tengah, akhirnya pada Selasa (14/5/2019), Dompet Dhuafa Jawa Tengah, kembali mendatangi rumah Erna untuk mentasyarufkan modal usaha amanah para donatur Lembaga Filantropi Islam tersebut. Sehingga keinginannya berjualan dapat terlaksana kembali secepatnya.




