BMKG: Gempa Pangandaran Diakibatkan Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

JAKARTA – Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengatakan gempa 5,6 SR yang mengguncang selatan Jawa atau Pangandaran  diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia,” katanya, di Jakarta.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,63 lintang selatan dan 108,51 bujur timur pada kedalaman 33 km.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar turun (normal fault).

Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Pangandaran, Tasikmalaya(jabar), Cilacap, Banyumas(Jateng), Karangkates, Blitar, Tulungagung, dan Kediri (Jatim) pada skala II-III MMI(Modified Mercalli Intensity), di Banjarnegara, Kebumen(Jateng), Bantul(Yogyakarta) dan Solo (Jateng) pada skala II MMI.

 

Advertisement