Serangan di Yaman Meningkat dalam Sepuluh Hari Terakhir, Puluhan Anak Jadi Korban

Konflik Yaman yang sudah berlangsung tiga tahun sejak 26 Maret 2015 dan menewaskan 10.000 orang, yang diuntungkan hanya pedgang senjata, korbannya rakyat jelata.

YAMAN – Dana Anak-anak PBB (UNICEF) mengumumkan jika sebanyak 27 anak telah tewas dan terluka di Yaman selama 10 hari terakhir.

“Tujuh anak berusia antara empat dan 14 tewas pada hari Jumat dalam serangan di sebuah stasiun bahan bakar di distrik Mawiyah, di kota selatan Yaman, Taiz,” kata direktur eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, dilansir Middle East Monitor, Selasa (28/5/2019).

Dia menambahkan bahwa ada anak-anak lain yang dilaporkan tewas di ibukota Yaman yang dikuasai Houthi, Sanaa karena serangan yang terus-menerus.

“Serangan ini menyebabkan 27 jumlah anak yang terbunuh dan terluka dalam eskalasi kekerasan baru-baru ini di dekat Sanaa dan di Taiz selama 10 hari terakhir,” tandas Fore, menjelaskan bahwa jumlah kematian sebenarnya “cenderung lebih tinggi daripada angka yang didata oleh PBB. ”

“Tidak ada tempat yang aman untuk anak-anak di Yaman. Konflik menghantui mereka di rumah, sekolah, dan taman bermain mereka, ”lanjutnya.

Pejabat PBB meminta semua pihak yang bertikai di Yaman dan mereka yang memiliki pengaruh atas mereka “untuk melindungi anak-anak setiap saat dan menjaga mereka dari bahaya.”

Berbicara kepada Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional yang lebih luas, Fore mengatakan bahwa “serangan terhadap infrastruktur sipil harus dihentikan dan seruan untuk perdamaian di Yaman harus diperhatikan.”

 

Advertisement