Kericuhan di Penampungan PBB Sudan Selatan, 18 Orang Tewas

ilustrasi: kekerasan

MALAKAL-Kericuhan terjadi di kompleks Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan pada Kamis (18/2) menyebabkan 18 orang meninggal.

Kericuhan terjadi antara dua etnis Shilluk dan Dinka. Masing-masing kelompok saling tembak dengan menggunakan pistol kecil, sejenis parang dan senjata tajam lainnya.

Seperti diberitakan AP, menurut seorang petugas di situs perlindungan warga sipil PBB di Kota Malakal, perkelahian tersebut juga menewaskan dua staf Dokter Lintas Batas dan melukai puluhan lainnya.

Kericuhan yang terjadi sejak Rabu malam waktu setempat itu ditangani Kepolisian PBB.

Daerah tersebut merupakan satu dari enam basis penampungan PBB yang menjadi rumah bagi 200 ribu korban kekerasan di Sudan Selatan. Malakal sendiri menampung 47 ribu orang.

Kebanyakan warga di Malakal datang dari daerah-daerah yang sudah tak mendapatkan bantuan hingga berbulan-bulan. Mereka biasanya datang dengan tangan hampa.

Menurut koordinator proyek Dokter Lintas Batas di Sudan Selatan, Marcus Bachmann, situs ini seharusnya menjadi tempat bagi orang untuk berlindung. “Ini seharusnya menjadi suaka yang dihargai oleh semua pihak,” ucap Bachmann.

Sementara itu, Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengatakan bahwa serangan langsung terhadap warga sipil, tempat dan pasukan penjaga perdamaian PBB dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

“Ia mengingatkan semua pihak untuk tak memicu perang etnis dan meminta mereka untuk menghindari semua tindakan atau pernyataan yang dapat meningkatkan situasi,” ujar juru bicara Ban dalam sebuah pernyataan.

Seperti diketahui,sampai saat ini Sudan Selatan dianggap salah satu negara dengan konflik paling brutal sejak Desember 2013.

Advertisement