
KUBU petahana, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kalah lagi dalam pemilu (lokal) ulang yang digelar di kota terbesar negara itu, Istanbul, Minggu (23/6).
Calon dari kubu oposisi sekuler Partai Rakyat Republik (CHP), Ekrem Imamoglu (49) secara tak terduga menang telak (55 persen) suara atas kandidat AKP, Binali Yildirim yang hanya mampu meraih 45 persen.
Selisih perolehan suara tersebut cukup meyakinkan, yakni sekitar 800.000 suara dari sekitar 10,5 juta penduduk Istanbul yang memiliki hak suara dari seluruhnya 16 juta penduduk Istanbul.
Pada pilkada sebelumnya, 31 Maret lalu, Imamoglu menang tipis, hanya dengan selisih 13.729 suara, sehingga Erdogan dan AKP menuntut pemilihan ulang dengan alasan telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).
Rencana itu ditentang selain oleh publik Turki, juga oleh kalangan AKP i dari kelompok loyalis mantan Presiden Abdullah Gull dan mantan Menlu Ahmet Davutoglu yang berseberangan dengan Erdogan.
Bergabungnya para loyalis Gull dan Davutoglu dengan kubu sekuler dan etnis Kurdi ini lah yang memberikan andil besar mengantarkan kemenangan telak bagi Imamoglu.
Menurut analisis harian Hurriyet, koalisi terbentuk secara spontan karena mereka menilai, Immamoglu telah dizalimi oleh keputusan KPU untuk menggelar pemilihan ulang.
Pemilu lokal Istanbul dalam tradisi politik di Turki cukup penting, sehingga tidak berlebihan jika Presiden Erdogan menyebutkan, siapa
pun yang berkuasa di Istanbul akan menjadi penguasa Turki berikutnya.
Istanbul sejak 25 tahun terakhir ini berada di bawah Partai Refah berhaluan Islam yang kemudian dibubarkan oleh pemerintah pada 1998 dan berganti dengan AKP yang didirikan oleh Erdogan pada 2001.
Erdogan meniti karier politiknya mulai dari gubernur Istanbul pada 1994, menjadi perdana menteri pada 2002, sama dengan tokoh pendiri Turki modern, Kemal Ataturk yang berjuang dari Istanbul melawan dinasti Kerajaan Ottoman pada 1923.
Istanbul merupakan tulang pungung perekonomian Turki yang menyumbang 31,2 persen pendapatan nasional, APBD-nya pada 2018 tercatat sebesar 10 milyar dollar AS (sekitar Rp140 triliun).
Apakah Imamoglu akan menantang Erdogan pada pilpres 2023? Waktu akan membuktikan.(AFP/NS)




