Pencarian Helikopter MI 17 Masih Nihil, Akan Dilanjutkan Pagi ini

Ilustrasi Tiga dari delapan unit heli serbu (attack helicopter) Apache AH64-E buatan AS tiba (19/12) untuk memperkuat skuadron Puspenerbad TNI AD (foto: indomiliter)

JAYAPURA – Pencarian Helikopter MI 17 yang hilang kontak dalam penerbangan Oksibil-Jayapura, Provinsi Papua sejak Jumat (28/6/2019) masih dilakukan, dan akan dilanjutkan pada Senin (1/7/2019).

Komandan Lanud Silas Papare, Sentani, Marsma TNI Tri Bowo mengatakan, saat ini tim SAR gabungan masih dikerahkan untuk mencari keberadaan  di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga tim dapat bergerak maksimal,” katanya, di Jayapura, Minggu (30/6/2019) malam, seperti dilaporkan Antara.

Dikatakannya bahwa sebelumnya ada laporan dari hasil pendeteksian yang dilakukan satelit tentang lima titik panas yang dilokasi yang diperkirakan menjadi lintasan helikopter berpenumpang 12 orang termasuk awaknya.

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 yang membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

Okbibab, merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Sekitar pukul 11.44 WIT helikopter terbang ke Jayapura dan sesaat setelah terbang, yakni pukul 11.49 WIT pilot sempat mengucapkan “terima kasih” setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 notical mile ke utara.

Adapun nama anggota satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.

Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten (Cpn) Aris (pilot), Lettu (Cpn) Bambang (pilot), Lettu (Cpn) Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul.

Advertisement