Wartawan Bukan Hanya Pelapor, Tapi Juga Pelopor

Wartawan Senior Parni Hadi memberikan kuliah umum di Civitas Akademika UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Selasa (23/2/2016). Kuliah umum itu bertajuk, "Strategi Pengembangan Media Massa Islam di Indonesia". Foto: Maifil/KBK

BANDUNG (KBK) – Wartawan bukan saja pelapor, namun ia juga pelopor. Ia memiliki tugas mulia yang mewarisi tugas-tugas kenabian.

Hal itu menjadi kalimat pembuka dari Kuliah Umum (Studium General) yang disampaikan Wartawan Senior Parni Hadi di Civitas Akademika UIN Sunan Guunung Jati Bandung, Selasa (23/2/2016). Kuliah umum itu bertajuk, “Strategi Pengembangan Media Massa Islam di Indonesia”.

Parni Hadi menguraikan, salsahsatu tugas kenabian adalah memberikan kabar gembira dan peringatan (QS.18:56).

“Sama halnya dengan wartawan, sebagai pewaris nabi ia bertugas menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, mengadvokasi, mencerahkan, menginspirasi dan memberdayakan, ” ungkap Parni Hadi di depan pimpinan UIN, jajaran dan mahasiswa UIN, khususnya mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Tugas dan fungsi wartawan yang mewarisi tugas-tugas kenabian, bagi Parni Hadi yang pernah bertugas puluhan tahun menjadi wartawan di Kantor Berita Antara dan juga pernah menjadi Direktur Antara ini, diformulasikan dalam sebuah buku Jurnalisme Profetik (Jurnalisme Kenabian).

“Tulisan di buku ini adalah best practise sebagai wartawan, disusun berdasarkan pengalaman puluhan tahun menjadi wartawan di dalam dan luar negeri. Buku ini juga dapat digunakan menjadi pedoman bagi generasi muda yang hendak menjadi wartawan dan mendirikan media massa Islam,” tutur mantan Dirut RRI ini.

Parni Hadi sendiri, sudah membuktikan menjadi wartawan yang pelopor dan melakukan tugas kenabian itu dengan menjadi Pimpinan Koran Republika dan ketika itu pula ia mempelopori berdirinya lembaga zakat, infak dan sadaqah Dompet Dhuafa (DD), 22 tahun lalu, yang kini sudah besar dan menjadi lembaga kemanusiaan yang memiliki 17 cabang di Indonesia dan beberapa negara serta memiliki 10 ribu lebih relawan dan donatur.

“Lahirnya Dompet Dhuafa, merupakan bukti dari tugas wartawan sebagai pewaris nabi itu. Kini Dompet Dhuafa sudah memiliki jutaan penerima manfaat, dari kalangan dhuafa dan memberdayakan umat Islam serta menjadi rahmat bagi sekalian alam, melalui tugas-tugas kemanusiaan yang dilakukan DD. Dompet Dhuafa lahir dari ‘rahimnya’ media massa,” jelas Parni.

Turut memberi sambutan sebelum kuliah umum ini dimulai Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Ahmad Sarbini, M.Ag.

Advertisement