JAKARTA – Polda Jawa Timur memastikan tidak ada tindakan penangkapan terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang. Para mahasiswa asal Papua tersebut hanya mendapatkan pengamanan dari polisi dalam kondisi tertentu.
“Di Surabaya, kami justru mengamankan mahasiswa Papua karena jika tidak, akan diserang oleh massa ormas yang kondisinya sudah terprovokasi,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, seperti dilansir Tribun (19/8).
Menurut Barung, setelah pengamanan selesai dilakukan, para mahasiswa dipulangkan ke asrama. Barung mengatakan, polisi juga tidak menemukan unsur pelanggaran pidana tentang perusakan simbol negara atau yang lain.
“Polisi sampai saat ini belum menemukan unsur yang ditudingkan,” kata Barung.





