Kabut Asap Semakin Pekat dan Buat Sang Anak Batuk Demam, Warga Riau Pilih Mengungsi ke Medan

Ilustrasi / Ist

PEKANBARU – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang semakin pekat membuat warga di Kota Pekanbaru mulai mengungsi ke daerah lain.

Seorang warga Kota Pekanbaru Hadly Vavaldy (30 tahun) mengatakan memilih membawa istri dan anaknya yang masih balita ke Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara, karena asap makin pekat.

“(Kami) memang ada rencana ke Medan, tapi karena asap akhirnya dipercepat. Kasihan anak (saya),” kata Hadly, Senin (26/8/2019).

Ia mengungkapkan anak semata wayangnya yang baru berusia 16 bulan mulai sakit-sakitan diduga karena kondisi udara yang tidak sehat. Partikel kecil yang terkandung di dalam asap atau jerebu karhutla sangat berbahaya terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Semalam (anak) demam, batuk sedikit, Alhamdulillah pagi ini sudah sehat lagi,” katanya, dikutip Antara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Maisel Fidayesi, mengatakan polusi asap karhutla selama tiga hari terakhir di Pekanbaru memang kian memprihatinkan.

Indeks standar pencemar udara (ISPU) meski cenderung berfluktuatif, rata-rata ada kisaran di atas 100 atau status sedang dan sempat juga ke status tidak sehat.

Ketika ISPU menunjukkan partikulat molekul 10 (PM10) berada di atas 100 sampai 199, lanjutnya, maka kondisi itu berbahaya buat manusia yang rentan seperti balita, ibu hamil dan yang punya riwayat asma.

“Tiga hari ini kondisi lebih buruk dibanding minggu lalu. Angka PM10 meningkat di pagi hari sampai jelang siang, ada yang sampai 200 kemudian turun jadi berfluktuatif,” katanya.

 

Advertisement