JAKARTA (KBK)- Association of Fundraising Professional (AFP) Indonesia mengajak para fundriser di Indonesia untuk bergabung dengan AFP. Pernyataan tersebut dikatakan Presiden AFP Indonesia, Arifin Purwakananta pada seminar yang diadakan di Gedung Philantrophi Dompet Dhuafa, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2016).
Dikatakan Arifin tidak sulit untuk dapat menjadi anggota AFP. Apabila sudah menjadi fundriser dan dinaungi oleh sebuah lembaga NGO yang cukup besar maka akan lebih mudah untuk dapat menjadi anggota AFP.
Arifin menambahkan Fundriser harus diberi pemahaman akan kode etik, strategi, dan tata cara yang benar dalam menghimpun dana.“Fundriser adalah ujung tombak sebuah lembaga atau institusi NGO untuk mencari dana,” ujarnya.
Para fundriser mengetahui, lanjut Arifin, ketika ekonomi melemah maka gerakan philantropi semakin meningkat. Maka dari itu tantangan fundrising saat ini semakin besar. Dirinya menjelaskan bahwa saat ini kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh tidak adanya akses bagi orang miskin, tidak adanya dorongan pertumbuhan ekonomi orang miskin, dan adanya ketidak adilan sosial.
Arifin berharap dengan fenomena kemiskinan yang semakin meningkat di Indonesia, semangat para fundriser juga ikut meningkat. “Selain itu saya juga berharap fundrising dapat menjadi profesi yang digemari oleh anak-anak muda saat ini,” pungkasnya.
Puluhan orang dari berbagai macam daerah dan lembaga mengikuti seminar tersebut. Selain untuk memaparkan peluang dan tantangan fundrising pada tahun 2016, seminar ini juga sekaligus ceremony masa purna bhakti Arifin yang menjadi presiden AFP pada periode 2010-2015 yang selanjutnya akan dilanjutkan oleh Nona Poeroe yang juga menjadi pembicara pada seminar yang bertajuk Prospek dan Tantangan Fundrising 2016 tersebut.





