SUVA—Angin topan yang melanda Kepulauan Fiji akhir pekan lalu memiliki dampak yang cukup mengerikan. Sedikitnya 36 dikonfirmasi tewas, sedangkan dua lainnya masih hilang. Demikian data yang dilansir Badan PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (UNOCHA).
Berdasarkan situation report yang diakses dari ReliefWeb, Kamis (25/2/2016), 35 ribu orang masih berlindung di 424 pusat pengungsian yang didirikan. Bencana ini disebut yang terparah yang pernah melanda Fiji.
Sune Gudnitz dari OCHA melaporkan, sedikitnya 97 bangunan sekolah rusak, dan 100 persen tanaman masyarakat hancur tersapu topan. “Pemerintah telah menetapkan bencana nasional selama 30 hari ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan dari lembaga internasional mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak, terutama di pulau-pulau terluar di bagian timur, termasuk Koro.
Sementara itu, Perdana Menteri Voreqe Bainimarama meminta warganya untuk tenang dan bersabar. Pihaknya tengah mengupayak sekuat tenaga untuk membantu korban terdampak.
“Kami menyadari betapa Anda dan keluarga Anda sangat traumatis. Kami meminta kesabaran dan pengertian. Sebagai Perdana Menteri, saya juga ingin Anda tahu bahwa kami tidak akan beristirahat sampai kami dapat membantu Anda,” tukasnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip weather.com.





