JAKARTA – Menjaga semangat berbagi, Dompet Dhuafa menggelar “Ngobras: Ngobrol Santai,” yang merupakan kegiatan reguler Dompet Dhuafa yang ditujukan untuk pihak internal atau karyawan dan karyawati Dompet Dhuafa demi menjaga semangat visi-misi Dompet Dhuafa.
Kali ini tema yang dibahas adalah seputar Filantropi. Dengan pemantik diskusi oleh dr. Imam Rulyawan.,MARS, selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi langsung.
“Hari ini kita bicara value-nya, kita membicarakan ruh-nya. Karena ruh juga harus diwujudkan profesioanl. Bahwa kita benar-benar menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Tidak hanya menjadi wacana saja,” sambutnya di gedung Philantrophy Dompet Dhuafa, Warung Jati Barat, Jakarta Selatan (2/9/2019).
Menurutnya, semangat filantropis sudah dimiliki oleh semua orang. Hanya perlu terus diasah dan dimatangkan dengan serangkaian pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan kebaikan.
“Filantropis itu sebuah sifat karakter yang ada di dalam diri kita. Apapun baju kita. Apapun profesi kita. Ia bisa menjadi filantropis. Tidak tersekat. Filantropis itu adalah arrahman-Nya dari Allah SWT,” lanjutya.
Dia juga mengingatkan sebagaimana yang terdapat dalam buku tentang Jalaludin Rumi.
“Rasa syukur itu anggur jiwa. Pergilah ke sana dan segera kamu bermabuk-mabukan dengan rasa syukur itu. Melihat sosok filantropis yang sudah mendunia, bahwa tidak harus jadi tajir dulu baru menjadi filantropis,” jelasnya, dilaporkan Fajar.





