BANGLADESH – Bangladesh memutus aksesĀ internet 3G dan 4G di kamp-kamp Rohingya, yang diklaim sebagai upaya komunikasi lanjutan kepada pengungsi setelah negara tersebut gagalĀ memulangkan mereka kembali ke Myanmar.
Sekretaris jenderal Asosiasi Operator Telekomunikasi Seluler Bangladesh S.M. Farhad, sebagaimana dilaporkan AFP mengatakan, pemerintah Bangladesh telah meminta operator untuk mematikan jaringan 3G, 4G dan LTE (Long Term Evolution) di daerah kamp Rohingya di Teknaf dan Ukhia. Namun menurutnya layanan 2G akan tetap aktif.
Kebijakan ini mengejutkan para pengungsi dan mengganggu komunikasi antara berbagai kamp dan dengan Rohingya masih di Myanmar.
Kelompok HAM Human Rights Watch (HRW)Ā mendesak pemerintah untuk mengakhiri pembatasan, dengan mengatakan kebijakan ini hanya memperburuk keadaan.
“Pihak berwenang harus mengambil pendekatan intelektual alih-alih bereaksi berlebihan terhadap ketegangan dan protes dengan mengisolasi para pengungsi Rohingya di kamp-kamp,” kata HRW.





