Nasib Netanyahu, Nasib Palestina

Partai Likud pimpinan PM Benjamin Netanyahu (kiri) dan Benny Ganzts dari Partai Biru Putih, sama-sama meraih 33 kursi di parlemen Israel (knesset) hingga diperlukan mitra koalisi untuk membentuk kabinet. Palestina cemas jika Netanyahu berkuasa lagi untuk kelima kalinya karena ia berjanji mencaplok Tepi Barat, Lembah Yordan dan Laut Hitam utara.

BANGSA Palestina sangat berkepentingan atas hasil Pemilu ulang Israel 2019, terutama jika PM petahana Benjamin Netanyahu dari Partai Likud yang berjanji akan mencaplok wilayah Tepi Barat, Lembah Yordan dan Laut Mati utara, berkuasa lagi.

Partai Likud dan pesaingnya Partai Biru Putih pimpinan mantan Kastaf AB Israel Benny Gantz sama-sama meraih 32 kursi dari seluruhnya 120 kursi di Knesset dalam Pemilu ulang yang digelar, Selasa (17/9) sehingga keduanya harus berkoalisi untuk membentuk kabinet yang memerlukan minimal 60 + 1 kursi.

Pemilu ulang kali ini digelar setelah kegagalan Netanyahu membentuk parlemen pasca Pemilu April lalu akibat penolakan partai Yisrail Beiteimu pimpinan Avigdor Lieberman menjadi mitra koalisi.

Kedua tokoh tidak sepaham terkait isu wajib militer bagi warga ultra Ortodoks-Yahudi dan sikap terkait kelompok garis keras Hamas, Palestina. Lieberman menuding Netanyahu terlalu lunak, sebaliknya Netanyahu merasa sikapnya terhadap Hamas cukup keras.

Dari sisi ideologi Pemilu 2019 adalah pertarungan antara kubu radikal kanan pimpinan Netanyahu melawan kubu kiri tengah pimpinan Lieberman dari Partai Kahol Lavan alias Partai Biru Putih. Antara 10 sampai 12 parpol diperkirakan akan mengisi kursi Knesset.

Blok tengah-kiri yang mendukung Benny Gantz kemungkinan merebut 55 kursi, sedangkan sayap kanan dan blok agama yang mendukung Benjamin Netanyahu mengumpulkan 56 kursi.

Partai Ultra Kanan Yisrael Beitenu pimpinan Avigdor Liberman – sebelumnya pesaing keras Netanyahu – yang merebut sembilan kursi namun tidak masuk dalam blok mana pun, bakal menjadi “king maker” atau penentu pembentukan kabinet.

Partai-partai ultra kanan dan ultra ortodoks Shas dan Persatuan Tirah Yudaisme masing-masing memenangkan sembilan dan delapan kursi, sementara partai Yasmina tujuh kursi, Partai Buruh Israel enam kursi dan Uni Demokrat lima kursi.

Sementara aliansi partai-partai Arab yang sebelumnya menyatakan akan mencegah Netanyahu berkuasa kembali, muncul sebagai kekuatan ketiga dengan meraih sekitar 14 kursi, namun biasanya kelompok ini tidak masuk koalisi, hanya mendukung di luar pemerintahan.

Partai Biru Putih dan Yisrael Beitenu pernah menyatakan akan mendukung koalisi besar dengan Likud asalkan Netanyahu mengundurkan diri dan Likud mengajukan calon PM baru.

Janji Caplok Wilayah Palestina

Netanyahu sendiri yang masih menghadapi sejumlah pengusutan dalam tuduhan korupsi, melontarkan janji kampanye untuk mencaplok kembali wilayah Tepi Barat, Lembah Yordan dan Laut Mati utara.

“Jika rakyat member mandat, saya langsung akan mengumumkan wilayah Israel yang baru, “ ujarnya saat kampanye TV seperti dikutip AFP 10 Sept. lalu.

Tepi Barat yang kepemilikannya sampai saat ini belum diakui internasional semula dianeksasi Yordania pada 1948, lalu direbut Israel dalam Perang Enam Hari antara Israel dan negara-negara Arab pada 1967, sedangkan Lembah Yordan dan Laut Mati dikuasai Palestina.

Israel terus membangun pemukiman bagi warga Yahudi di Tepi Barat yang saat ini berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa dimana 2,2 juta diantaranya keturunan Arab-Palestina, sisanya etnis Yahudi termasuk warga program pemukiman baru.

Netanyahu dituduh menerima suap berupa sampanye dan cerutu mahal untuk membantu temannya, seorang produser film Hollywood untuk mendapat kelonggaran pajak dan urusan visa.

Selain itu ia juga dituduh menyalahgunakan posisi agar mendapat liputan yang lebih baik di media, namun penyelidikan berkaitan dengan tuduhan-tuduhan tersebut ditunda hingga pemilu selesai, sehingga kegagalan membentuk kabinet bisa berakibat kasusnya diteruskan.

Bagi Palestina, jika Netanyahu berkuasa lagi kelima kalinya, berarti malapetaka, karena bakal kehilangan Tepi Barat, Lembah Yordan dan Laut Mati utara. (Reuters/AP/AFP/ns)

Advertisement