JAKARTA (KBK)- Pemerintah Australia melalui DFAT dan Indonesia melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sudah lebih dari satu tahun bekerja sama merealisasikan Rumah Sakit (RS) aman bencana. Program ini diberi nama Hospital Preparedness and Community Readiness and Disaster (HPCRED).
Program HPCRED bertujuan memperkuat RS Muhammadiyah/Aisyiyah dan masyarakat sekitarnya, agar siap menghadapi situasi darurat bencana. Program HPCRED meliputi wilayah Lamongan, Gresik, Malang, dan kota Makasar, Sulawesi Selatan.
“Program ini merupakan program pertama di Indonesia yang melibatkan stakeholder di bidang klaster kesehatan pada kebencanaan , antara lain BPBD, Dinas Kesehatan, PMI, Tagana, dan lembaga lain yang terkait,” ujar Program Manager HPCRED, dr. Corona Rintawan pada Diskusi Panel Klaster Kesehatan sekaligus rangkaian penutupan program HPCRED di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (26/2/2016).
Dikatakan Corona, selama satu tahun ini banyak hasil yang didapat dari program ini. Di antaranya adalah pengurangan resiko bencana di lingkungan masyarakat, penguatan jaringan dan kolaborasi multi pihak antara BPBD dan Dinas Kesehatan serta masih banyak capaian lainnya.
“Muhammadiyah memiliki rekomendasi dalam muktamar Makasar 2015, yaitu masyarakat yang tangguh dan tanggap bencana. Program ini merupakan upaya mewujudkan masyarakat tanggap bencana dan menjadikan semangat PKO yang sudah diusung sejak lahirnya Muhammadiyah, 1 abad lalu” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari.
Program HPCRED dapat menjadi percontohan bagi penyedia fasilitas layanan medis di daerah.





