YERUSALEM – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan IsraelĀ melawan perdamaian dan keamanan dengan membunuh dan menggusur warga Palestina dan membangun permukiman di tanah yang diduduki dengan dukungan Amerika Serikat.
“Pembunuhan, perluasan pemukiman, penghancuran, dan pencabutan penduduk Palestina tidak akan membawa perdamaian atau keamanan,” kata Presiden Abbas, pada Minggu (16/9/2018), dilaporkan kantor berita Palestina WAFA.
“Kebijakan pemerintah (Israel) ini dan keputusan AS yang bias bertentangan dengan resolusi internasional dan merusak peluang membuat perdamaian hanya berdasarkan solusi dua negara sepanjang perbatasan 1967,” kata presiden.
Para pejabat Palestina telah lama berusaha untuk mendirikan negara Palestina merdeka di dalam perbatasan yang ada sebelum perang 1967 antara Israel dan tiga negara Arab lainnya.
Rezim Tel Aviv, di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang berasal dari Partai Likud garis keras, telah melakukan perubahan radikal ke paling kanan, dengan anggota kabinet secara terbuka mengadvokasi pencaplokan wilayah Palestina yang diduduki.
Lebih dari 230 pemukiman ilegal telah dibangun sejak 1967. Pada bulan September 2016, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusiĀ dengan suara abstain penting oleh pemerintahan Presiden AS Barack Obama yang mencela permukiman Israel sebagai “pelanggaran mencolok atas hukum internasional.”
Namun pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini telah merusak resolusi itu dan telah dengan tegasĀ mendukung rezim Israel dan melawan Palestina.
Pada bulan Mei, AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem yang semakin memperumit aspirasi Palestina untuk negara merdeka.





