ABK TB Charles Masih Trauma

ABK Kapal TB Charles yang selamat dari sandera/ Foto: Okezone

BALIKPAPAN – Setelah para ABK kapal TB Charels tiba di Balikpapan, Sabtu (25/6/2016), mereka langsung dibawa ke Mako Lanal Balikpapan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Keenamnya diperiksa tim medis Balai Kesehatan Lanal Balikpapan. Setelah pemeriksaan fisik menyeluruh selesai, seperti dilaporkan Tribun Kaltim, pihak medis menyatakan tak ada tanda‑tanda kekerasan. “Kita cek bagian dari atas kepala sampai kaki, tidak ada memar ataupun luka,” jelas salah satu petugas medis Lanal Balikpapan.

Menurutnya, beberapa ABK mengalami gejala trauma. “Saat kami ajak ngobrol, tapi dia ada yang tidak fokus. Seiring waktu akan pulih dengan sendirinya,” tuturnya.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Omad, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada TNI AL terkait pemeriksaan 6 ABK.

“Melihat situasi barangkali belum ada instruksi dari pimpinan mereka terkait kelanjutan pemeriksaan ABK selamat itu,” kata Omad. Prinsipnya polisi siap menindaklanjuti penyelidikan apabila ada unsur pidana.

Dari informasi yang dihimpun sementara, kapal bertolak dari pelabuhan Cagayan De Oro, Filipina menuju perjalanan pulang ke Indonesia sejak 18 Juni 2016. Setelah menempuh perjalan laut sekitar dua hari, Senin (20/6/2016) di tengah perjalanan kapal didatangi dua perahu berisikan lima orang membawa senjata laras panjang dan pendek.

Kelompok bersenjata tersebut menaiki kapal lalu menyandera tiga ABK kapal TB Charles yakni, Ferry Arifin (nakhoda), Mahbrur Dahri (kepala kamar mesin), dan Edi Suryono (masinis II). Sementara awak kapal lainnya dibiarkan melanjutkan perjalanan.

Setelah melanjutkan pelayaran sejauh enam mil, sekitar satu jam berselang kapal TB Charles yang membawa tongkang kosong batu bara kembali didatangi tiga perahu tak dikenal. Sekitar delapan sampai 10 orang tak dikenal membawa senjata api lagi‑lagi mengejutkan awak kapal.

Mereka menodongkan senjata, kemudian menyandera empat ABK, yakni Ismail (Mualim I), Muhammad Nasir (Masinis II), Muhammad Sofyan (Oliman), dan Robin Piter (Juru Mudi). Sementara ABK lainnya dibiarkan pergi. Kelompok bersenjata kedua yang membajak kapal TB Charles tersebut mengaku kelompok Abu Sayyaf.

Advertisement