Adab Umat Muslim saat Dengar Suara Azan

Adab umat Muslim saat mendengar azan. (Foto: Freekpik)

Jakarta, KBKNews.id – Raim Laode menghentikan konsernya menjelang azan Asar saat tampil di Now Playing Festival di Tritan Point, Bandung, akhir pekan lalu. Padahal, penonton menginginkan Raim membawakan lagu berjudul Komang yang menjadi andalannya.

Keputusan Raim ini bukan tanpa alasan. Ternyata Raim ingin suara azan Asar terutup oleh suara musik yang dia bawakan.

“Saya tidak mau lagu Komang lebih merdu daripada suara azan,” katanya.

Pernyataan itu ia unggah di Instagram. Unggahan tersebut langsung menuai pujian netizen. Banyak yang menilai sikap Raim Laode sebagai bentuk penghormatan terhadap panggilan ibadah dalam Islam.

Raim lebih memilih menomorsatukan suara azan daripada suara musik, meski ribuan penonton menantikan lagu yang telah membesarkan namanya itu.

Apa Itu Azan?

Dalam buku Fiqih Lima Mazhab karya Muhammad Jawad Mughniyah yang dikutip dari detik.com, azan secara bahasa berarti memberitahukan. Secara istilah, azan bermaksna pemberitahuan tentang masuknya waktu salat dengan kalimat-kalimat tertentu.

Perintah mengumandangkan azan sudah ada sejak tahun pertama hijrah Rasulullah SAW ke Madinah. Tujuannya jelas yakni memanggil umat Islam agar segera menunaikan salat fardhu.

Beberapa hal penting terkait azan:

  • Hanya dikumandangkan untuk salat fardhu lima waktu
  • Tidak disyariatkan untuk jenazah, salat sunnah, atau salat nazar
  • Muadzin harus seorang Muslim laki-laki yang berakal, namun tidak diwajibkan dalam keadaan suci.

Hukum Menjawab Azan

Di antara sunnah yang sering dilupakan adalah menjawab azan. Dalam buku Diabaikan Allah Dibenci Rasulullah karya Rizen Aizid dijelaskan menjawab azan merupakan sunnah berdasarkan hadits shahih:

“Jika kalian mendengar azan, maka jawablah seperti apa yang disampaikan muadzin.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Cara menjawab azan adalah dengan mengulangi lafal muadzin, kecuali pada beberapa bagian:

  • Hayya ‘ala ash-shalah dan hayya ‘ala al-falah dijawab “La haula wala quwwata illa billah.”
  • As-shalātu khairum mina an-naum (tatswib pada Subuh) dijawab “Sadaqta wa barirta.”
  • Saat iqamah dan terdengar Qad qāmatish shalāh, dijawab “Aqāmallāhu wa adāmahā wa ja‘alanā min shālihi ahlihā.”

Menjawab azan termasuk dzikir, sehingga hukumnya ringan, mudah diamalkan, namun berpahala besar.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here