Rasa sedih, gelisah, dan kegundahan hati, baik karena masa lalu maupun kekhawatiran masa depan dapat diredakan melalui majelis ilmu. Terutama dalam rangka momen bulan Ramadan.
Setidaknya ada tiga kesedihan yang biasa dialami seseorang. Kesedihan itu yakni Huznun, yang berarti sedih karena masa lalu. Kedua, Hammun, yang berarti cemas terhadap masa depan. Ketiga yaitu, Hammun, yang berarti gelisah atas persoalan yang sedang dihadapi.
Obat yang paling mujarab untuk menghapuskan kesedihan dengan menuntut ilmu. Selain itu juga membaca Al-Qur’an, memahami maknanya lalu mengamalkannya.
Orang yang rutin menghadiri pengajian tidak hanya memperoleh ketenangan batin, tetapi juga diangkat derajatnya oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu.
Keutamaan Salat Jumat
Ada pula keutamaan menghadiri salat Jumat dengan adab yang benar, mulai dari mandi, berangkat lebih awal, berjalan kaki bila memungkinkan, duduk dekat imam, hingga menyimak khutbah tanpa melakukan hal sia-sia.
“Barangsiapa mandi pada hari Jumat, berangkat lebih awal ke masjid, berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamullail setahun.”
(HR. Abu Dawud. No. 1077, An-Nasai 1364, Ahmad 15585, Dishahihkan olle Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6405)
Selain itu, jamaah juga diajak memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan, termasuk memberi makan orang berbuka puasa. Ia menegaskan, pahala orang yang memberi makan orang berpuasa akan mendapatkan ganjaran seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.
Berbakti kepada Orang Tua
Dalam Islam, orang tua yang telah lanjut usia disebut sebagai “tambang emas” dan pintu surga bagi anak-anaknya. Seorang anak tidak boleh berkata kasar atau menunjukkan rasa jijik saat merawat orang tua yang telah renta.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya…”. (QS. Al-Isra’: 23-24)





