KABUL – Kementerian luar negeri Afghanistan mengatakan negaranya tidak akan menghadiri pembicaraan perdamaian multinasional yang diselenggarakan oleh Rusia awal bulan depan.
Keputusan itu dapat membuat Moskow mempertimbangkan kembali rencananya untuk mengundang Taliban.
“Proses perdamaian pasti perlu dilakukan di bawah kepemimpinan Republik Islam Afghanistan. Kami tidak akan berpartisipasi dalam pembicaraan Moskow,” kata Sibghat Ahmadi, wakil juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, dilaporkan situs berita Afghanistan TOLOnews.
Secara terpisah, seorang pejabat Afghanistan yang bekerja dengan kementerian luar negeri di Kabul mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pemerintah telah “memutuskan untuk tidak menghadiri konferensi Moskow”, menambahkan bahwa mereka akan “mengadakan pembicaraan langsung” dengan Taliban, tanpa keterlibatan langsung kekuatan asing.
Komentar itu muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Taliban berencana untuk ambil bagian dalam pembicaraan 4 September di ibukota Rusia, Moskow.
Taliban telah mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa mereka akan menghadiri perundingan.
Rusia telah mengundang 12 negara, termasuk Amerika Serikat, tetapi Washington menolak undangan tersebut. Kementerian luar negeri Rusia mengatakan menyesalkan keputusan AS.





