Afifah Butuh Dana untuk Operasi Tumor Batang Otak #MariMembantu

Afifah bersama ibunya. Foto:RDK LKC

JAKARTA –  Afifah Syahira, kini sudah berumur 4 tahun. Ia adalah anak istimewa yang dihadirkan Allah SWT ke permukaan bumi ini,  karena semenjak berusia 4 bulan sudah banyak ujian dari Allah SWT menyertainya.

Awalnya ia divonis mengidap Hidrosefalus, kemudian ia juga diserang Meningitis TB dan terakhir ia menderita penyakit Tumor Batang Otak.

Jika ditanya, tentu tidak ada satu pun orang yang mau mendapatkan penyakit-penyakit itu di dunia ini, termasuk Afifah. Tapi apa daya, Allah SWT lah yang memilih Afifah untuk mendapatkan beban seberat itu.

Ibunya Irna, 27 tahun, juga tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa memberikan seluruh kasih sayangnya kepada Afifah sejak dari kandungan hingga sekarang. Meskipun tertatih, Irna tetap mencari nafkah dan menyarikan solusi pengobatan untuk Afifah.

Apalagi, Irna sudah menjanda sejak tahun 2015, otomatis untuk merawat dan membesarkan Afifah menjadi tanggungannya sendiri. Berat? Iya, tapi itulah hidup yang harus dilalui Irna. Ia tidak mengeluh, namun jika melihat putri semata wayangnya, air matanya selalu menetes.

Irna mengaku tidak mampu untuk membiayai pengobatan Afifah. Meski memiliki kartu BPJS, Irna seakan tak berdaya, karena proses penanganan yang lama karena harus menunggu antrean pasien lain. Apalagi BPJS kelas 3, tidak semua layanan gratis dan layanan yang sangat terbatas.

Untuk percepatan penanganan Afifah, Irna membawa anaknya ke RS Siloam Jakarta Selatan, Maret 2015. Waktu itu pihak rumah sakit memberikan gambaran dana untuk operasi tumor batang otak itu senilai Rp90 juta.

Karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan, sementara Irna yang tinggal di rumah kontrakan di Jl. Peta Barat Rawa Lele Rt. 08 Rw. 10 No. 15 Kec. Kali Deres, Jakarta Barat ini tidak memiliki uang untuk itu, akhirnya Irna memilih merawat anaknya di rumah saja tanpa melakukan apapun.

Sehari-hari Irna hanya berjualan pakaian keliling, keuntungannya hanya cukup membayar kontrakan berukuran 3 x 7 sebesar Rp600 ribu perbulan. Bahkan untuk makan sehari-hari ia pun masih dibantu sanak saudaranya.

Untuk meringankan beban Irna, Tim Respon Darurat Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa (LKC Dompet Dhuafa), Mamat Ismanto dan Jamaludin, awal pekan lalu menyerahkan donasi Rp500 ribu untuk keperluan membeli susu untuk Afifah.

Bisa jadi kehadiran Afifah adalah tiket ke surga bagi hamba-hamba Allah SWT yang penuh cinta. Untuk ini Afifah butuh bantuan kita untuk biaya susunya sehari-hari dan biaya operasinya. #MariMembantuAfifah

Untuk berdonasi untuk meringankan beban Afifah silahkan klik halaman ini https://kitabisa.com/marimembantuafifah

 

Advertisement