
JAKARTA – Meskipun banyak pihak yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak berperikemanusiaan karena telah menggusur warga Bukit Duri, namun ia tetap bersikukuh jika yang dilakukannya benar.
Bahkan, ia beralasan penggusuran dilakukan untuk kepentingan jutaan rakyat Jakarta. “Kalau kami kerjakan sekarang kan lumayan. Berarti Bukit Duri akan bebas (banjir). Lalu kami harus bagaimana mengambil keputusan? Kamu mau korbankan jutaan orang atau hanya berapa orang yang keras kepala,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/9/2016), seperti dilansir CNN Indonesia.
Penggusuran telah dilakukan Rabu (28/9/2016) pagi tadi, tanpa menggubris imbauan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menghentikan sementara penggusuran pemukiman warga di bantaran Sungai Ciliwung, Kawasan Bukit Duri, Jakarta selatan.
Ahok, sapaan akrab Basuki tidak peduli dan tetap memerintahkan anak buahnya untuk menggusur pemukiman di Bukit Duri pagi ini dengan alasan karena tak bisa ditunda lagi.
Diberitakan sebelumnya, Ahok juga menjelaskan jika pembongkaran ditunda, proyek normalisasi Kali Ciliwung untuk penanganan banjir akan molor. Ahok menjamin jika kawasan itu sudah dinormalisasi, Bukit Duri akan terbebas dari banjir.
Gubernur yang juga akan maju sebagai calon incumbent di Pilkada DKI 2017 dengan tegasnya beranggapan lebih baik mengorbankan beberapa orang di Bukit Duri, ketimbang jutaan orang yang akan merasakan dampak banjir tersebut.




