PONOROGO – Ratusan rumah di Desa Bajang, Kecamatan Balong, Ponorogo terendam banjir karena air bah terus bertambah hingga ketinggian sekitar satu meter pada Rabu (28/9/2016).
Warga pun mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan membawa harta benda seadanya. Jika tidak mengungsi, bisa dipastikan air semakin meninggi.
“Hujan deras sejak dini hari tadi. Air terus meninggi. Puncaknya, banjir mulai masuk ke rumah warga. Karena itu kami mengungsi,” kata Slamet, salah satu warga Desa Bajang, Rabu (28/9/2016).
Slamet mengatakan, banjir di Desa Bajang Kecamatan Balong memang langganan. Karena sungai Bajang tidak mampu menampung air kiriman Kecamatan Bungkal dan Kecamatan Slahung. Namun, sepengetahuan dirinya, pemerintah sudah mulai memperbaiki tanggul. “Tapi ya belum selesai. Tidak kuat. Malah lebih parah,” katanya, dikutip dari beritajatim.
Selain itu, banjir tidak hanya merendam rumah di Kabupaten Ponorogo. Namun juga merendam beberapa sekolah di Kecamatan Siman, Kecamatan Balong, Kecamatan Kauman, dan Kecamatan Sukorejo.
Sekolah yang terkena efek banjir pun memilih meliburkan siswa. Ada pula yang tetap memaksakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) walaupun tidak maksimal.
Misalnya di SDN Bajang, pihak sekolah terpaksa meliburkan siswa karena air sudah mulai memasuki ruang kelas. Ada empat ruang kelas yang tergenang, yakni ruang kelas 1, kelas 2, kelas 3 dan kelas 4.
Salah satu guru kelas, Dasuki , mengatakan sebenarnya siswa SDN Bajang seharusnya melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Namun karena keadaan memaksa, UTS pun ditunda.
“Kami liburkan, karena memang tidak memungkinkan jika dilakukan proses belajar-mengajar. Belajar saja tidak mungkin, apalagi UTS,” tambahnya.





