TANAH DATAR – Dompet Dhuafa menghadirkan layanan Psychological First Aid (PFA) untuk anak-anak penyintas banjir lahar di Tanah Datar, Sumatera Barat.
Banjir bandang yang disertai lahar dingin yang melanda wilayah Sumatra Barat pada Sabtu (11/5/2024) masih membawa duka bagi semua orang.
Sebagian warga harus menerima kerugian yang tidak sedikit, baik segi materi maupun nonmateri. Salah satunya ialah kondisi psikis yang dialami penyintas. Mulai dari khawatir, resah, hingga gelisah, terkadang menghantui segenap pikiran penyintas.
Kenyataan ini lah yang menjadi alasan Dompet Dhuafa menghadirkan layanan Psychological First Aid (PFA). Para pegiat kemanusiaan hadir dan turun langsung untuk membantu para penyintas, memberikan keceriaan pada penyintas khususnya anak-anak.
Bertempat di Masjid Jami Sungai Jambu, Nagari Sungai Jambu, Tanah Datar, Sumatra Barat, lamat-lamat teriakan yang diikuti gelak tawa itu mulai terdengar. Mereka tengah memperagakan tepuk semangat bersama para relawan, dihadiri sekitar 50 anak yang ditemani oleh Ayah atau Ibunya.
Tawa itu makin riang tatkala Aiman Ricky, seorang public figure sekaligus Super Volunteer Dompet Dhuafa hadir menyapa. Aiman dan para relawan Dompet Dhuafa memberikan permainan-permainan seru nan edukatif. Seperti tebak surah, menghafal rukun iman dan rukun islam, serta masih banyak lagi.
Kegiatan itu pun disambut dengan sangat antusias oleh anak-anak. Suara tawa mereka riuh memenuhi teras masjid. Satu dua di antara mereka bahkan berebut ingin maju dan bermain bersama Aiman Ricky.
“Nah tadi yang kita lakukan pertama kali yaitu PFA, di mana mendirikan pos trauma healing untuk anak-anak. Karena, anak-anak ini yang biasanya ada rasa yang traumanya susah dihilangkan,” ujar Aiman.
Bukan hanya itu, menambah kebahagiaan anak-anak, Aiman juga memberikan bingkisan berupa baju dari merek pribadinya. Hal tersebut dilakukan Aiman untuk menambah kebahagiaan juga mengalihkan trauma anak-anak. Mereka pun dengan bersemangat unjuk gigi di depan pemain sinetron itu.
“Salah satu program yang digalangkan untuk Dompet Dhuafa memberikan keceriaan buat anak-anak, yaitu dengan cara tadi memberikan permainan, memberikan kebahagiaan. Sehingga, anak-anak bisa menghilangkan traumanya, bisa aktif lagi seperti biasanya, dan mudah-mudahan bisa menatap ke depan dan tidak mengingat lagi kejadian yang sudah terjadi,” sambung Aiman.
Aiman melanjutkan perjalanan untuk meninjau lokasi bencana yang terisolir, yakni di Nagari Sungai Jambu. Titik itu insyaallah juga akan menjadi titik pembagian daging kurban untuk Program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa.
“Mudah-mudahan apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan umat dan sesama bisa bermanfaat untuk kita semuanya,” harap Aiman.




