Air Limbah Ancam Kesehatan Hampir Satu Miliar Jiwa di Dunia

ilustrasi/pixabay

JAKARTA – 885 juta jiwa di dunia menghadapi risiko penyakit, termasuk diare dan kolera akibat air limbah kota yang tidak diolah dengan baik dan digunakan untuk irigasi pertanian.

Data tersebut diungkapkan sebuah penelitian yang dipublikasikan di sebuah jurnal lingkungan, Rabu (5/7/2017).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim riset internasional, lahan pertanian di areal seluas 36 juta hektar di seluruh dunia -sama dengan luas Jerman- dialiri dengan air dari sungai dan danau kotor yang sebelumnya digunakan oleh penduduk kota dengan radius 40km dari hulu.

Sebanyak 80 persen dari lahan pertanian tersebut (29 juta hektar), berada di negara dengan pengolahan air limbah terbatas seperti China, India, Pakistan, Meksiko dan Iran.

Pay Drechsel, satu satu peneliti tersebut mengatakan, limbah yang tidak diolah, meski kemudian dilarutkan, tetap berbahaya terhadap kesehatan, baik bagi petani maupun konsumen.

“Di dalam air limbah terdapat banyak kotoran yang berasal dari tinja,” kata Drechsel, ilmuwan dari Institut Manajemen Air Internasional (IWMI), mengutip Antara.

Petani di perkebunan bisa mengalami infeksi kulit akibat terkontaminasi air limbah, sementara konsumen menghadapi resiko menghadapi kontak dengan cacing, diare dan bahkan kolera setelah mengonsumsi sayuran mentah.

Menurut data dari PBB, sektiar 3,4 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi kotoran.

Ancaman tersebut semakin besar seiring dengan pertumbuhan penduduk secara global dan pembangunan pemukiman informal yang tidak didukung oleh infrastruktur yang baik, terutama di kota-kota yang sedang tumbuh di negara berkembang.

Advertisement