KARAWANG -207 petani  asal Kecamatan Telukjambe Barat, yang berjuang pergi ke Jakarta untuk mempertaruhkan nasibnya karena konflik agraria akhirnya kembali ke Karawang.
“Kepulangan mereka ke Karawang, usai adanya instruksi dari Presiden ke Menteri Agraria, supaya kasus petani ini segera diselesaikan,” ujar Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksyari, kepada Republika.co.id, Sabtu (6/5/2017) malam.
Sebelumnya petani ini, memilih mengungsi ke Jakarta serta mengadukan nasibnya ke Presiden Joko Widodo setelah berkonflik dengan PT Pertiwi Lestari (PL), bahkan dari mereka ada yang melakukan aksi kubur diri di depan Istana, hingga akhirnya perwakilan dari mereka bertemu dengan Presiden Jokowi.
Sebanyak 270 petani dari tiga desa ini, ditampung untuk sementara di rumah dinas bupati (RDB), yang tidak ditinggali oleh Bupati Cellica Nurachadiana.
Persoalan agraria yang dihadapi petani ini akan segera diselesaikan oleh pemerintah pusat. Dengan memberikan lahan pengganti kepada para petani itu. Selain itu, pemkab juga akan memberikan jaminan supaya para petani tersebut segera mendapat lahan pengganti, didekat lokasi tempat tinggal sebelumnya.
“Saya jaminannya. Soal lahan pengganti akan diurus sebulan ke depan,” jelasnya.
Jimmy menjelaskan, masalah petani Telukjambe Barat ini, bisa dicarikan solusinya. Setelah ada kepastian dari pemerintah pusat, yang akan memberikan lahan pengganti. Masing-masing kepala keluarga akan mendapat lahan 500 meter. Sebesar 200 meter untuk rumah. Sisanya, 300 meter lagi untuk bercocok tanam.
Salah seorang petani, Maman Cukil, mengaku, sangat terharu bisa pulang lagi ke Karawang. Apalagi, mendengar pihak pemkab menjamin bila para petani akan mendapat lahan pengganti.
“Kami sangat senang. Terima kasih Pak Jokowi, Pak Sofyan Djalil, dan Kang Jimmy,” ujarnya.





