Akhirnya Corona Tiba Juga

Ilustrasi

INDONESIA yang selama ini mengklaim bebas virusĀ  Corona, akhirnya kena juga. Virus itu kali pertama tiba di Depok, sebanyak dua orang. Beberapa hari lagi tambah dua orang. Semoga tidak nambah lagi, karena pada akhirnya isyu virus Corona itu telah menjadi ajang mencari keuntungan, sekaligus juga untuk mendongkrak popularitas seorang tokoh. Padahal pemerintah telah sangat berhati-hati agar dampak virus tersebut tidak menimbulkan kerugian multidimensi di negeri ini.

Ketika sejumlah negara telah terpapar virus Corona atau Corvid-19, dengan ribuan orang meninggal, Indonesia masih bisa mengklaim aman. Makanya ketikaĀ  pemerintah Arab Saudi memoratorium jemaah umrah, Indonesia minta dispensasi dengan alasan negaranya aman dari virus mematikan itu. Tapi Arab Saudi tak peduli.

Apa lacur, beberapa hari setelah ribuah jemaah umroh gagal ke Mekah, virus yang kata ustadz Abdul Somad sebagai ā€œtentara Allahā€, akhirnya masuk Indonesia juga. Awalnya dua orang ibu dan anak, masing-masing MD (64) dan TN (31). Ketika mereka sudah dikarantina di RSP Sulianti Sarosa Jakarta Utara, mendadak dilaporkan dua orang lagi terkena virus yang sama. Lengkap sudah 4 orang telah menjadi korban ganasnya Corcid-19, yang bisa mengundang hadirnya Izroil manakala pertahanan tubuh pasien lemah.

Tapi di balik musibah itu sering menjadi berkah, maksudnya; merugikan bagi kebanyakan orang, tapi juga menguntungkan buat sekelompok orang. Misalkan Gubernur DKI Anies Baswedan. Pemerintah belum mengumumkan, beliaunya telah menyatakan bahwa ada 32 orang yang dalam pengawasan Corona, sementara 115 lainnya dalam pantauan. Sedikit kata-kata itu, tapi menyentak didengar, karena menghebohkan bagi warga Ibukota.

Tapi ada ā€œhikmahā€-nya juga, ketika gubernur rasa presiden itu sudah mendahuluinya, barulah Presiden Jokowi buka kartu tentang masuknya Corvid-19 ke Indonesia. Siapa mereka Presiden hanya bilang di wilayah RI, itu karena saking hati-hatinya. Barulah Menkes Agus Terawan menyebut nama NT dan MD, dan bla bla bla….lainnya.

Warga Ibukota mulai heboh, dan semakin sempurna kehebohan itu ketika ada informasi bahwa 70 petugas medis RS Mitra Keluarga Depok –sebelumnya merawat dua pasien itu– diberitakan dirumahkan untuk sterilisasi. Ini benar-benar sudah serius. Depok – Jakarta seberapa lama? Sebentar lagi pasti masuk Ibukota. Padahal Menkes berulang kali menyatakan, jika gizi terjamin imunitas terjaga dan Corona pun malas menghampiri.

Tapi kenanikan publik telah terjadi, toko swalayan diserbu rakyat, minyak goreng dan mie instan diborong habis. Presiden Jokowi sampai mengingatkan, jangan main aksi borong, stok pangan tetap terjamin. Memangnya orang-orang ini mau ngendon di rumah terus, takkan ke mana-mana? Tapi itulah kepanikan orang, virus Covid-19 menjadikan orang berasa kiamat sudah dekat.

Pakar herbal Prof. Dr.drh. Chaerul Anwar Nidom, MS peneliti dari Universitas Airlangga beberkan resep baru. Jamu empon-empon semacam jahe, temulawak, sereh yang mengandung zat curcumin bisa menangkal virus dimaksud. Nah, gara-gara informasi tersebut kini mendadak orang jadi rajin minum jamu gendong menu temulawak dan kunyit. Banyak pula yang mencoba meramu sendiri, meniru Presiden Jokowi. Akibatnya kini jahe merah, temulawak jadi melejit harganya. Biasanya sekilo hanya Rp 25.000,- kini melejit sampai Rp 70.000,- itupun tak selalu ada barang.

Paling lucu, biasanya jilbab itu dipakai kaum ibu-ibu, tempatnya di kepala. Tapi kini gara-gara virus Corona, mulut-mulut di mana-mana pakai ā€œjilbabā€ mini, yakni sebuah masker yang harganya mendadak melejit. Dan fenomena itu dimanfaatkan sekelompok orang yang mengaku Pancasilais, tapi nihil rasa perikemanusiaannya. Bagaimana tidak, masker yang harganya Rp 2.000,- perlembar, kini dijual Rp 300.000,- perdos. Tak percaya, beli saja ke PD Pasar Jaya, BUMD milik Pemprov DKI. Dan paling celaka, ada juga toko online pasang harga sampai Rp 31 juta. Ini benar-benar mau menangguk untung di tengah kepanikan orang.

Menkes telah mengatakan, masker dibutuhkan hanya untuk yang sakit saja. Maka jika tak mau dikadali orang yang mau mencari kesempatan di tengah kesempitan, pakai saja kain selampek sebagai pengganti masker. Hanya dibentuk segitiga dan diikatkan ke wajah, selesai sudah! Murah meriah, tak perlu merongrong kantong. (Cantrik Metaram)

Advertisement