LAMPUNG– Banjir bandang yang menerjang daerah Pesawaran, Lampung beberapa pekan lalu berdampak pada menurunnya produktivitas khususnya padi di kabupaten setempat. Akibatnya diperkirakan hasil panen berkurang sebanyak 10 persen dari biasanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Pesawaran, Budi Wirawan mengatakan bencana banjir bandang tersebut elas berpengaruh terhadap hasil panen padi secara keseluruhan.
Dikatakan Budi, pihaknya akan berupaya menutup kekurangan panen tersebut di musim tanam gaduh ini.
Menurutnya berkurangnya hasil panen padi tidak memengaruhi kondisi kebutuhan pangan di kabupaten setempat . Terlebih lanjutnya saat ini pihak TNI juga turut berperan dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Dimana, salah satu peran aktif TNI, selain turut mengawasi ketersediaan dan pendistribusian pupuk, juga turut dalam pengendalian hama penyakit tanaman.
“Ya, secara keseluruhan dampak dari bencana banjir bandang cukup memengaruhi perolehan hasil panen kita. Diperkirakan terjadi penurunan hasil panen mencapai sepuluh persen ,” ungkapnya seperti diberitakan RRI.co.id, Rabu (4/5/2016).
Budi mengaku pihaknya sudah membuat surat ke Dinas Pertanian Provinsi, terkait bantuan benih padi melalui kegiatan yang ada untuk membantu petani yang mengalami gagal panen.
Dirinya juga menghimbau kepada para petani untuk dapat mengikuti petunjuk petugas lapangan yang ada di wilayahnya masing-masing, sehingga dapat meminimalisir adanya gagal panen dampak dari cuaca, baik kekeringan maupun banjir.





