Aksi Biadab Menteri Israel kepada Aktivis Global Sumud Flotilla

KAIRO, KBKNews.id – Gelombang kecaman internasional menghantam pemerintah Israel setelah beredarnya rekaman video yang menunjukkan perlakuan merendahkan terhadap ratusan aktivis kemanusiaan dari konvoi Global Sumud Flotilla. Aksi itu dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.

Video tersebut memicu perdebatan sengit di tingkat global mengenai batasan penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di wilayah konflik. Tentara Israel mencegat sekitar 50 kapal dalam konvoi Global Sumud Flotilla di perairan internasional dekat Siprus.

Konvoi yang membawa sekitar 430 aktivis dari berbagai negara tersebut berlayar dengan misi menembus blokade laut di Jalur Gaza guna menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke warga sipil.

Pasca-pencegatan, seluruh aktivis dan relawan kemanusiaan di dalam kapal ditahan dan dipindahkan ke kapal militer untuk dibawa menuju Pelabuhan Ashdod di Israel selatan. Di pelabuhan inilah, para aktivis dikumpulkan di sebuah area penahanan sementara untuk menjalani proses pemeriksaan dokumen serta identifikasi sebelum prosedur deportasi dilakukan.

Situasi memanas ketika Ben-Gvir mengunjungi fasilitas penahanan tersebut dan mengunggah video dokumentasi ke akun media sosial pribadinya. Dalam rekaman tersebut, puluhan aktivis tampak dipaksa berlutut dengan tangan terikat ke belakang dan kepala menghadap ke lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diputar dengan volume keras di latar belakang.

Dalam salah satu potongan video, Ben-Gvir terlihat berjalan di antara para tahanan sambil mengibarkan bendera Israel berukuran besar dan berteriak, “Selamat datang di Israel, kami adalah pemilik rumah di sini.” Tindakan ini dinilai oleh berbagai pengamat internasional sebagai bentuk intimidasi psikologis yang sengaja dipublikasikan untuk konsumsi politik domestik.

Ketegangan fisik sempat terekam kamera ketika seorang aktivis perempuan berteriak “Free Palestine” (Bebaskan Palestina) saat menteri sayap kanan tersebut berjalan melintas. Petugas keamanan bertopeng yang menjaga area langsung merespons dengan menekan kepala aktivis tersebut ke tanah dan menyeretnya menjauh dari barisan penahanan.

Sebelumnya, sembilan warga negara Indonesia (WNI) juga ikut ditangkap Israel. Kondisinya hingga kini masih belum diketahui.

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here