Aktifitas Gunung Lawu Tak Terpengaruh Gempa Madiun

Gunung Lawu/ Bintang.com

MADIUN – Aktifitas Gunung Lawu yang berada di antara Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak terpengaruh oleh gempa berkekuatan 4,9 skala richter yang melanda Madiun pada Jumat (4/11/2016).

Menurut Tony Agus Wijaya dari Stasiun Geofisika Yogyakarta, kondisi Gunung Lawu masih aman dan normal. “Catatan pusat meteorologi dari Badan Meteorologi menyebutkan pascagempa bumi kondisi Gunung Lawu masih normal,” katanya, Minggu (6/11/2016), dilansir Okezone.

Diketahui gempa terjadi di kedalaman 19 kilometer tersebut berpusat di 22,6 kilometer barat daya Ngawi atau di koordinat 7,55 lintang selatan dan 111,30 bujur timur. Lokasi ini berada di lereng Lawu tepatnya di Karangnongko, Ngawi.

Namun meski aktivas tektonik dan vulkanik sama-sama terjadi di bawah permukaan bumi, menurut Tony, kedua aktivitas itu tidak saling terkait.

Dijelaskannya, gempa tektonik yang terjadi di Ngawi dua hari lalu, karena pertemuan dua bagian kulit bumi. Berdasar hiposenternya, gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang terdapat di sekitar lereng Gunung Lawu.

Sesar itu adalah pertemuan dua bagian kulit bumi. Di mana di dalam tanah itu ada lapisan batuan yang ada batas-batas pertemuan bagian kulit bumi

“Gempa kemarin diperkirakan berhubungan dengan struktur sesar aktif yang terdapat di wilayah Karangnongko,” jelasnya.

Sedangkan gunung api (vulkanik) lebih dipengaruhi oleh aktifitas magma atau cairan di bawah permukaan bumi yang menyebabkan banyak faktor dan mengakibatkan gunung api itu aktif.

Ketika gempa terjadi, masyarakat di wilayah eks Karesidenan Madiun seperti Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Yogyakarta. Gempa juga dirasakan sebagian warga di wilayah Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Advertisement