BALI – Hujan lebat yang mengguyur Kanupaten Jembrana pada Sabtu (5/11/2016) malam telah membuat ratusan tumah terendam banjir pada Minggu (6/11/2016).
Banjir yang melanda Kaliakah pada Minggu hingga setinggi setengah meter, disebabkan meluapnya air sungai dan untuk menahan luapan air, warga memasang karung yang diisi pasir maupun tanah di sekitar rumah mereka.
“Banyak warga kehilangan ternak seperti ayam, serta benda berharga karena hanyut dibawa arus air,” kata Nengah Poster, salah seorang warga, seperti dilansir Antara.
Meskipun air cukup dalam dan deras, warga memilih bertahan di rumahnya untuk menjaga harta mereka, dan berharap air cepat surut.
Made Bagiarta, warga lainnya mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam banjir ini, namun warga banyak kehilangan hewan ternak serta peralatan elektronik seperti televisi rumah karena terendam air.
Akibat banjir ini, untuk menuju ke desa tersebut juga cukup sulit karena jalan terendam air cukup dalam.
Sementara itu Bupati Jembrana, I Putu Artha, ketika meninjau lokasi bencana mengatakan sampah yang menyumbat pintu air bendungan menjadi penyebab utama banjir. “Pintu air Bendungan Banyubiru tersumbat sampah sehingga air meluap. Sampah itu berasal dari limbah rumah tangga, maupun pohon seperti pisang dan bambu yang hanyut,” katanya.
Ia mengatakan, untuk membersihkan sampah tersebut, pihaknya mengerahkan Satpol PP agar tidak terjadi banjir susulan saat hujan lebat turun kembali.
Kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gusti Putu Mertadana, bupati memerintahkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengubah sistem pintu air di bendungan tersebut.
“Model pintu air masih menggunakan model lama dengan lima pintu, sehingga menyulitkan petugas saat air besar datang,” katanya.
Warga juga diimbau untuk menjaga lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan.




