Aktifitas Warga Sekitar Bromo Masih Normal

Ilustrasi letusan gunung Bromo tahun 2010/ Foto: Yoshiwafa.com

JAKARTA – Meskipun terjadi peningkatan seismik, namu aktifitas masyarakat di sekitar Gunung Bromo masih nnormal dan tidak ada pengungsian.

“Dalam status waspada, masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo,” kata Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan pers nya yang diterima di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Ia menambahkan hingga kini Gunung Bromo masih berstatus waspada (level II) dan BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB terus melakukan koordinasi untuk kesiapsiagaan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan Pos Pengamatan Gunung Bromo PVMB pada Rabu dilaporkan secara visual kondisi cuaca cerah-mendung, angin tenang dan suhu 8-20 derajat Celcius.

“Asap kawah teramati putih, kelabu kecoklatan sedang-tebal dan tekanan sedang-kuat. Tinggi asap berkisar 300-1.000 meter dari puncak kawah ke arah barat daya-timur. Terdengar suara dentuman lemah-sedang. Teramati sinar api samar dan lontaran material pijar setinggi sekitar 50 meter dari puncak kawah,” kata dia.

Dia mengatakan, teramati juga lontaran batu pijar jatuh di kawah Gunung Bromo. Hujan abu tipis terjadi di Desa Lodokombo, Desa Wonokerso dan Desa Sumberanom Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Dibanding sebulan lalu, aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur tersebut makin meningkat bahkan Bandara Abdul Rachmansaleh di Malang sempat ditutup karena angin ke arah barat hingga barat daya yang dapat berpengaruh pada lalu lintas penerbangan.

Advertisement