JAKARTA, KBKNEWS.id – Rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat kiriman bangkai ayam yang diduga sebagai bentuk teror.
Bangkai ayam tersebut ditemukan di teras rumah pada Selasa pagi tanpa pembungkus, dengan secarik pesan bernada ancaman yang diikatkan pada kakinya.
Iqbal mengaku sempat mendengar suara benda jatuh di teras rumahnya pada dini hari. Namun, bangkai ayam baru ditemukan anggota keluarganya sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung didokumentasikan.
Di kaki ayam tersebut terikat plastik berisi kertas bertuliskan pesan “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.
Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak menilai insiden ini tidak bisa dilepaskan dari kerja-kerja advokasi Iqbal sebagai pengkampanye lingkungan.
Menurutnya, terdapat pola teror serupa yang belakangan menimpa aktivis, jurnalis, dan pegiat media sosial yang vokal menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Leonard menyoroti kemiripan dengan sejumlah kasus lain, termasuk kiriman bangkai ayam dan vandalisme yang dialami figur publik di Aceh. Ia menduga teror ini merupakan upaya sistematis untuk membungkam kritik, khususnya terkait penanganan banjir Sumatera dan persoalan lingkungan yang melatarbelakanginya.
Belakangan, Iqbal kerap mengunggah kritik terhadap respons pemerintah atas bencana banjir Sumatera, yang dinilai berkaitan erat dengan deforestasi dan alih fungsi lahan. Greenpeace menegaskan kritik tersebut lahir dari temuan lapangan dan solidaritas terhadap para korban bencana.
“Kritik publik adalah bagian dari demokrasi, bukan ancaman. Upaya teror seperti ini tidak boleh dibiarkan dan harus diusut tuntas,” ujar Leonard.
Greenpeace Indonesia mengecam segala bentuk intimidasi terhadap masyarakat sipil dan menegaskan akan terus bersuara untuk keadilan iklim, hak asasi manusia, dan demokrasi.





