Setelah 16 tahun lamanya dipakssa makan dan minum lewat hidung, akhirnya pada Selasa (9/8/2016), aktivis wanita India, Irom Chanu Sharmila, menghentikan aksi mogok makannya.
Diketahui aksi mogok makannya selama ini agar pemerintah mau menghapuskan undang-undang militer yang kontroversial. Ketika itu ia mulai tidak mau makan dan minum bahkan menyisir rambutnya di usia 28 tahun, tepatnya 2 November 2000, setelah adanya Pembantaian Malom oleh tentara paramiliter yang menewaskan 10 orang di desa kecil di Imphal.
Bukannya pemerintah mengabulkan permintaannya, dia malah ditahan dengan dakwaan percobaan bunuh diri yang di India dianggap sebagai kejahatan.
Sadar aksinya tidak juga berhasil, akhirnya bertepatan dengan peringatan 70 tahun gerakan Quit India, dimana rakyat India merayakan kemerdekaan dari Inggris. The Guardian melaporkan pengaruh kekasihnya, Desmond Couhtino juga menjadi sebagian besar pertimbangannya untuk berhenti mogok makan.
Dikutip The Guardian, Sharmila mengakhiri mogok makannya bertepatan dengan peringatan
Ada dugaan juga, keputusan Sharmila dipengaruhi oleh kekasihnya, Desmond Couhtino, warga India keturunan Inggris. Dugaan lainnya muncul Sharmila akan terjun ke dunia politik dengan mengikuti pemilihan anggota dewan di Manipur.





