SOMALIA – Militan Islam Al Shabaab di Somalia telah memberlakukan larangan bantuan kemanusiaan di wilayah yang mereka kendalikan, dan memaksa ratusan ribu orang berada di ambang kematian karena kelaparan.
Dilansir Guardian, Kamis (27/7/2017), di beberapa kota, orang-orang yang kelaparan dan lemah telah diperintahkan oleh para pemimpin ekstrimis untuk tetap berada di tempat mereka.
Somalia menderita kekeringan terburuk dalam 40 tahun, dengan dampak bencana iklim yang diperparah oleh perang dan pemerintahan yang buruk.
Warga desa d di tengah dan selatan negara Afrika timur, mengungkapkan populasi warga mereka di ambang bencana, dengan anak-anak dan orang tua sudah sekarat dalam jumlah yang signifikan.
Undang-undang anti-terorisme Inggris dan AS yang ketat juga membuat organisasi kemanusiaan untuk memberikan bantuan darurat yang vital terhambat.
Hampir 6,7 juta orang sekarang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan hampir setengah dari orang-orang ini menghadapi kelaparan jika mereka tidak menerima pertolongan.





