JAKARTA – Kapolsek Aimas Kompol Emi Fenetyruma mengatakan, terbunuhnya ratusan buaya di Klamalu, Kabupaten Sorong, Papua Barat akibat warga yang marah. Menurut Emi kemarahan tersebut dipicu oleh seorang warga yang tewas dimangsa buaya pada jumat (13/7). Matinya 292 buaya tersebut diketahui berasal dari penangkaran milik Albert Siahaan.
“Ditaksir, pengusaha mengalami kerugian ratusan juta rupiah,” ungkap Emi.
E Barmala, seorang warga setempat yang melihat peristiwa itu, mengatakan aksi itu spontan dilakukan warga yang marah kepada pemiliknya karena membangun penangkaran buaya di kawasan pemukiman warga.
Bahkan warga kerap ketakutan berada di sekitar lokasi penangkaran karena penangkaran dan ladang pertanian warga hanya dibatasi dengan pagar seng. Warga khawatir, pagar seng mudah sekali dilewati buaya.
“Harusnya penangkaran tidak ditempat terbuka dan jauh dari keramaian. Sebaiknya binatang seperti ini ditempatkan jauh dari lokasi pertanian ternak warga,” tutur Barmala seperti dilansir Tribun (16/7).
Menurut dia, saat kejadian, warga leluasa masuk ke dalam penangkaran lantaran pintu penangkaran tak dikunci oleh pemiliknya yang saat itu tidak sedang berada di tempat.
Saat itu, warga langsung mengejar sepasang buaya yang berukuran besar kira-kira sepanjang dua meter lebih. Setelah berhasil ditangkap, warga kemudian mengikat dan menyeret buaya tersebut keluar penangkaran lalu beramai-ramai menikamnya hingga mati.
Bahkan, polisi yang tiba di TKP tak mampu meredam emosi warga. Polisi, lanjut dia, hanya diam menyaksikan warga membantai satu per satu buaya, dari yang berusia bayi hingga dewasa.





