SYDNEY – Kebahagiaan masyarakat Muslim Indonesia di Sydney Ramadhan ini semakin sempurna dengan bertambahnya tempat ibadah yang telah resmi diakui oleh pemerintah setempat. Berawal dari bangunan yang diakusisi sejak tahun 2010 dan difungsikan sebagai pusat komunitas, Masjid Iqro yang terletak di suburb Wiley Park ini menjadi masjid ketiga yang didirikan oleh komunitas Indonesia di negara bagian New South Wales, Australia.
Selain harga properti yang mahal, menjadi tempat ibadah resmi harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat agar bisa memenuhi aspek standar keamanan dan sarana pelayanan umum yang telah ditetapkan. Renovasi besar dibutuhkan dan tentu saja butuh bayak pihak yang berperan dalam mewujudkan hal ini.
Ditemui di Croatian Club Punchbowl (18/6) pada saat perhelatan penggalangan dana untuk kebutuhan renovasi masjid ini, Muhammad Nur yang merupakan salah satu penggagas kegiatan menyatakan bahwa tujuan utama dilakukannya penggalangan dana ini adalah menyatukan potensi masyarakat muslim khusunya yang berasal dari Indonesia di Australia.
“Tujuan utama acara ini diadakan adalah agar kita masyarakat Indonesia di Sydney bisa saling silaturahim, menyatukan potensi dan memberikan kontribusi lebih bagi komunitas. Adapun soal dana yang terhimpun malam ini adalah soal dampaknya saja”, kata Muhammad Nur yang merupakan Presiden dari Iqro Foundation, pengelola Masjid Iqro.
Acara penggalangan dana ini terhitung unik dan tidak biasa. Unik karena dikemas dalam format berbuka puasa ala carte diselingi dengan hiburan, lelang amal dan deklarasi komitmen donasi. Ibrahim Nguyen, salah satu peserta yang hadir berkomentar, “Semula saya pikir saya akan bosan berada di gedung selama 3 jam menemani orang tua saya, ternyata saya sangat menikmati sekali, acaranya sangat bagus karena konten acara mayoritas disampaikan dalam bahasa lokal yakni bahasa Inggris”.
Selain unik kegiatan ini juga tidak biasa karena penggalangan dana ini dihadiri banyak sekali pihak. Menurut Nur, acara ini dihadiri lebih dari 450 peserta yang hadir secara individual maupun perwakilan lembaga atau organisasi. “Saya sangat bangga dan terharu dengan animo dan tingkat kehadiran masyarat yang datang. Lebih dari 95 persen peserta yang membeli tiket hadir dan kegiatan ini menunjukkan bahwa ternyata umat Islam Indonesia di Sydney bisa bersatu tanpa memandang beda organisasi, suku dan perbedaan lainnya. Persatuan ini nilainya sungguh melebihi dari nominal uang yg terkumpul malam ini”.
Nur menambahkan bahwa semangat persatuan ini akan terus dipupuk sehingga nantinya bisa mensinergikan potensi yang mampu mengangkat nilai-nilai Islam sebagai bagaian integral dari masyarakat Australia.
Kegiatan penggalangan ini berhasil menguhipun dana sebesar 305 ribu dollar dalam bentuk uang tunai dan komitment donasi dari 250 ribu dollar Australia yang ditargetkan. []
Laporan Prima Hadi Putra





