KAIRO – Di jantung Kota Kairo di distrik Maadi, berdiri sebuah villa berlantai dua, yang gampang dibedakan dengan bangunan lain di lingkungan tersebut.
Bangunan itu cukup untuk menampung 10 keluarga, dilengkapi kamar tidur dan ruang kelas, serta taman kecil untuk bermain. Di gedung inilah African Hope Learning Center (AHLC) beroperasi mendidik 500 siswa, yang kebanyakan adalah anak-anak pengungsi dari Afrika.
Menurut laporan terbaru oleh Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Mesir telah menjadi tuan rumah lebih dari 50.000 pengungsi dari Sudan, Sudan Selatan, Somalia, Ethiopia dan negara-negara Afrika lainnya.
Di luar data resmi, mungkin angkanya jauh lebih tinggi, dari angka tersebut hanya sedikit yang mengungkap situasi yang mengerikan yang dialami pengungsi, terutama anak-anak.
“Pengungsi anak-anak menderita trauma perang, kelaparan dan kemiskinan yang ekstrim di negara asal mereka. Mereka dengan mudah merasa tidak aman dan cemas,” kata Kizito Dreanos, anggota staf senior AHLC. “Dalam arti kata, mereka sangat bermasalah.”
Lembaga AHLC sendiri dididirikan tahun 1998, AHLC adalah lembaga sponsor yang mendukung dan mendedikasikan diri untuk anak-anak Afrika yang menjadi pengungsi di Kairo dengan memberikan akses ke pendidikan dasar dan SMA. Anak-anak juga diberikan makan siang.
“Keluarga Anak-anak ‘tidak mampu memasukkan anaknya ke sekolah umum di sini, jadi AHLC adalah satu-satunya harapan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan,” kata Dreanos.
Setelah liburan singkat di musim panas, sekitar 30 anak-anak akan kembali ke sekolah musim panas, Senin (20/6/2016) bertepatan dengan Hari Pengungsi Dunia PBB.
Rasha Tartizio, seorang gadis 17 tahun yang telah belajar di pusat selama lima tahun, mengatakan, dia sangat merindukan sekolah selama liburan karena dia ingin bertemu teman-temannya.
“Saya tidak suka libur, itu membosankan. Anda dapat bertemu dengan orang baru dan teman-teman terbaik Anda di sekolah, dan kami bermain dan bernyanyi bersama, sehingga sekolah adalah tempat yang menyenangkan,” kata Rasha, seperti dikutip KBK dari Xinhua.





