ANKARA – Bana Alabed, seorang bocah Aleppo yang dikenal lewat media sosial atas kegiatannya dalam mengupdate kondisi terbaru di Aleppo, dipertemukan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Ankara.
Ketika pertemuan diantara keduanya terjadi, Bana sempat dipeluk Erdogan, sebagaimana terlihat dalam foto yang diterbitkan istana kepresidenan. Dalam foto tersebut Erdogan tampak memeluk Bana yang duduk di pangkuannya.
Bana berhasil dievakuasi bersama sekitar 4.500 warga sipil lainnya pada Senin (19/12/2016) dari kawasan yang masih dikuasai pemberontak di Aleppo, Suriah.
Anak berusia tujuh tahun ini menjadi terkenal di seluruh dunia setelah dia -dengan bantuan ibunya- menulis pesan dan foto di Twitter tentang kondisi rumahnya yang terperangkap perang di Aleppo.
Berbagai tweet-nya tersebut dibagi ribuan kali oleh para pengguna media sosial.
Sempat ada kekhawatiran dia meninggal karena ada masa kosong dalam pesan Twitter-nya namun belakangan Bana dipastikan masih hidup dan akhirnya berhasil dievakuasikan.
Bagi lebih dari 330.000 pengikutnya, Bana merupakan lambang dari tragedi kemanusiaan yang tidak terungkap dalam konflik di Suriah, walau pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengecam Twitter-nya dan ibunya sebagai propaganda.
Sementara itu saat ini Turki menampung sekitar 2,7 juta jiwa pengungsi dari Suriah namun masih belum jelas apakah akan menampung semua pengungsi atau terbatas pada yang menderita cedera saja. Demikian dilansir BBC, Rabu (21/12/2016).





