Anak Relawan Dompet Dhuafa Harus Rela Lepas Ayahnya untuk Panggilan Kemanusiaan

JAKARTA – Anak relawan Dompet Dhuafa harus rela melepas Ayahnya yang selalu sigap ketika bencana datang menimpa saudara-saudaranya di luar daerah, bahkan di luar pulau, untuk panggilan kemanusiaan.

Meski terasa berat, tapi semuanya harus dijalani. Misalnya saja bagiĀ Eka Suwandi, salah satu relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, yang selalu sibuk ketika bencana datang.

Eka mencontohkan ketika gempa mengguncang Lombok atau Palu, dia harus siap betugas. Dari mulai mengevakuasi korban hingga menyalurkan logistik ke banyak warga. Proses betugasnya pun juga lama, dari hitungan minggu hingga bulan.

ā€œKalau yang besar namanya Lintang, dia tahu ayahnya pergi ke luar kota bertugas. Itu selalu dikasih tahu mamanya,ā€ terang Eka.

Sementara Lintang menjawab dengan polos ketika ditanya tugas ayahnya, menurutnya Ayahnya pergi keĀ  Lombok untuk membantu membenahi genting yang hancur akibat gempa.

Hal serupa juga dirasakan oleh Baim dan Sena. Ayahnya, Lukman, tidak kalah sibuk dengan Eka yang selalu bertugas lama ketika bencana datang.

Beruntungnya lagi, Baim dan Sena seolah mengerti jika tugas ayah mereka tidak ringan, sehingga ingin membantu melepas lelah sang ayah ketika pulang bertugas.

ā€œKalau pulang, pijitin ayah,ā€ jawab Baim dan Sena kompak, ketika ditanya tim Dompet Dhuafa apa yang akan dilakukan bila ayahnya pulang,

Advertisement