
YERUSALEM – Warga Palestina mengkritik seorang legislator Israel yang mengatakan bahwa dia akan “mengeksekusi” sebuah keluarga penyerang Palestina sebagai balas dendam atas sebuah operasi yang menewaskan tiga orang Israel di sebuah pemukiman Tepi Barat yang diduduki.
Dalam video yang diposting dengan bahasa Ibrani akhir pekan ini di akun Facebooknya, yang memiliki lebih dari 82.000 pengikut, anggota DPR atau Knesset Israel, MK Oren Hazan mengatakan bahwa dia akan menghancurkan rumah penyerang Palestina Omar al-Abed dan “mengeksekusi” keluarganya.
Mustafa Barghouti, mantan menteri informasi Palestina yang juga sekretaris jenderal partai politik Inisiatif Nasional Palestina (INP), mengatakan, komentar Hazan mengungkapkan betapa besar rasisme yang tertanam dalam dada bangsa Israel melalui sistem apartheid yang dilakukan sehari-hari.
“Ini sangat berbahaya dan komentar ini diabaikan oleh banyak pihak di masyarakat internasional,” kata Barghouti.
Hazan mengatakan dalam video tersebut: “Saya ingin jujur, tanpa terdengar terlalu ekstrem, tuhan melarangnya, tapi ini terserah saya, saya pasti sudah pergi ke rumah teroris kemarin, mencengkeram dia dan seluruh keluarganya dan mengeksekusi mereka semua bersama-sama. ”
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “eksekusi adalah hukuman paling ringan” yang bisa diterima Abed.
Seperti dilansir Al Jazeera, Abed, 20, melompat ke pagar Halamish, sebuah pemukiman Yahudi di Tepi Barat, dan menikam tiga orang Israel sampai mati pekan lalu karena ketegangan meluas atas tindakan keras Israel saat memasuki Masjid al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki.
Abed yang kemudian ditembak oleh pasukan Israel dan dirawat di rumah sakit milik Israel. Namun Hazan berujar, “Biarkan dia [Abed] mati, biarkan dia berkubang dalam darahnya sendiri. Mereka tidak memiliki hak untuk hidup, dan saya berharap semua orang akan mengatakannya bersamaku. “



