LONDON – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hari Rabu (14/10/2020) menolak seruan oposisi politiknya untuk memberlakukan lockdown secara nasional untuk menghentikan penyebaran COVID-19.
Keir Starmer pemimpin oposisi Partai Buruh menyerukan tiga minggu lockdown berdasarkan saran dari Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat Inggris (SAGE)), yang menyatakan jika gagal melakukannya maka akan menimbulkan ‘konsekuensi bencana besar.’
Starmer menjelaskan pendekatan regional Johnson atas sejumlah aturan pembatasan tidak berhasil.
Namun kepada para anggota Parlemen, seperti dilansir VOA, Johnson mengemukakan akan tetap berpegang pada pendekatan lokal dan regional yang diumumkan pada Senin lalu, menggunakan sistem tiga tingkatan berdasarkan status infeksi COVID-19 di wilayah tertentu.
Diketahui, angka positif corona di Inggris masih terus meningkat. Kota-kota dengan peringkat siaga sedang, tinggi atau sangat tinggi dinilai harus menerapkan aturan pembatasan yang diperlukan.
Liverpool menjadi wilayah pertama dalam kategori tertinggi, yang mengharuskan penutupan sejumlah bar, gym, dan bisnis lainnya, dengan kemungkinan selama berbulan-bulan.
Sementara itu, Irlandia Utara, yang berada di luar sistem tingkatan berdasarkan status infeksi COVID-19, mengumumkan pemberlakuan aturan yang ketat menjelang musim panas, penutupan restoran dan sekolah. Irlandia Utara memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi di Inggris.





