BANJARMASIN – Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia meningkat dibandingkan tahun 2000, berdasarkan keterangan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty.
Kini angka kematian ibu nelahirkan berjumlah 359 orang per 100 ribu kelahiran selamat. Sedangkan dulunya hanya 228 orang per 100 ribu kelahiran selamat. “Artinya di Indonesia sekarang ini setiap 1,5 jam ada ibu yang meninggal kerena melahirkan, ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya, di Banjarmasin, Kamis (15/9/2016).
Adapun penyebab terbanyak dikarenakan faktor usia, terlalu muda melahirkan atau usia di bawah 21 tahun dan terlalu tua melahirkan di atas 35 tahun. Demikian juga terlalu rapat atau jeda waktu melahirkan tidak sampai tiga tahun batas minimal punya anak lagi.
Karena itu ia mengimbau BKKBN di daerah harus intensif mengkampanyekan bagaimana menanggulangi pernikahan usia muda ini bisa berkurang. Sebab perkawinan di usia dini ini masih tinggi di Indonesia, utamanya di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Secara keseluruhan, Surya mengatakan pertumbuhan anak di Indonesia yang dilahirkan karena banyak perkawinan dini itu menjadi cukup tinggi, atau rata-rata angka kelahiran total 2,6 anak per wanita. Ddealnya adalah 2,1 anak per wanita, dan ini ditarget tercapai pada 2025.
“Tentunya ini bukan tugas BKKBN saja yang harus menyerukan keluarga cukup dua anak saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat membantu, agar program membentuk gererasi berkualitas dan kuat ini bisa tercapai semaksimal mungkin,” katanya.
Sementara itu Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan menyatakan, daerahnya yang memiliki angka perkawinan di usia muda tertinggi di Indonesia harus bisa bekerja keras menguranginya. Dan ini terus diupayakan dengan melakukan berbagai sosialisasi ke masyarakat melalui lembaga dan organisasi yang terkait, seperti PKK dan Badan Perlindungan Anak dan Perempuan.
“Bahkan kalau perlu kita minta para ulama di daerah ini ikut menyerukan slogan dua anak cukup itu di setiap pengajiannya, ada disusupkanlah itu,” ujarnya, demikian dikutip dari Antara.




