Apa yang Menghambat Kemensos RI dalam Menangani Bencana ?

foto aditya kurniawan

JAKARTA, KBK – Selain koordinasi di lapangan yang terkadang masih tumpang tindih, ternyata Kemensos masih memiliki segudang kendala dalam hal penanganan korban bencana terutama penanganan pasca bencana.

Menurut Adhi Karyono Direktur PSKBA Kementerian Sosial RI salah satu hal yang menghambat penanganan pasca bencana di Indonsia adalah mental dari para korban.

“Kami punya program jaminan hidup untuk korban pasca bencana. Data kerusakan menyebutkan ada 3.000 rumah rusak, tapi setelah pihak kemensos ingin mendistribusikan bantuan dari program jaminan hidup, datanya melonjak jadi 4.500 rumah. Ini kan ada kenaikan jumlah yang berdampak pada perubahan anggaran. Itu yang menghambat kami,” kata Adhi dalam paparannya di acara Dialog Publik Kemanusiaan yang di gelar Dompet Dhuafa, kamis (11/08/16) di Jakarta.

Begitu juga dengan bantuan makanan dan kebutuhan dasar. Adhi mengatakan setiap korban selalu mengaku belum mendapatkan bantuan kendati rumahnya telah disesaki oleh pelbagai bantuan dengan logo kemensos.

“Mental korban yang seperti ini yang menghambat kami,” terang Adhi.

Diluar itu Adhi juga masih mengakui, birokrasi yang rumit juga kerap menghambat berjalanya program bantuan bagi korban bencana terutama bencana kemanusiaan khususnya menangani pengungsi.

“Untuk pengungsi memang saya akui penanganan pasca konflik agak sulit karena kita harus memfasilitasi mereka sampai masalah akarnya tuntas, seperti pemberian materi, makanan, tampat tinggal dan hal itu tidak murah. Butuh dana yang besar karena jangka panjang,” jelas Adhi.

Advertisement