KECANGGIHAN teknologi ternyata tidak bisa menjamin keamanan sepenuhnya, karena musibah atau bencana bisa tiba-tiba menyergap saat manusia lengah di tengah situasi aman tanpa ancaman sekali pun.
Hal itu terbukti ketika kapal perusak (destroyer) berpeluru kendali kelas Arleigh Burke milik armada armada ke-7 Amerika SerikatĀ USS John McCain gagal menghindari tabrakan dengan kapal tanker Alnic di perairan sekitar Singapura Senin lalu (21/8).
Kecelakaan yang menyebabkan kerusakan di lambung USS McCain dan tewasnya 10 kelasi adalah peristiwa beruntun keempat bukan akibat perang yang terjadi sepanjang 2014 di lingkup armada laut terbesar AS itu.
Sebelumnya kapal penjelajah USS Antietam kandas di Teluk Tokyo Januari lalu disusul tabrakan antara penjelajah USS Lake Champlain dengan kapal nelayan Korsel di Laut Jepang, April, Ā kemudian dan tabrakan antara kapal perusak Ā USS Fitzgerald dan kapal angkut Ā peti kemas di Laut Jepang pada Mei lalu.
Menurut pengamat militer AS David Later pada harian Inggeris the Guardian, kecelakaan beruntun yang dialami Armada ke-7 AS itu termasuk langka karena kapal-kapal yang dioperasikan memiliki sistem perlindungan diri canggih.
Kapal dipantau penuh sepanjang pelayaran, baik oleh alat pendeteksi, radar maupun secara manual dengan menempatkan petugas jaga di anjunganĀ dan di bagian buritan kapal.
USS Mc Cain misalnya, mengoperasikan terminal komunikasi satelit dan ātelingaā berupaĀ sistem keamanan situasional, sistem identifikasi (kawan atau lawan-red), pelacak arah dan ancaman simultan, radar pengendus permukaan jarak pendek dan radar sasaran di udara.
Kapal tersebut juga memiliki āmataā berupa radar tiga dimensi dengan cakupan 360 derajat untuk melacakĀ kehadiran pesawat dan lintasan rudal lawan. US Mc Cain dan kapal-kapal lainnya dilengkapi sistem rudal pertahanan udara Aegis.
Armada ke-7 AS berkekuatan dua kapal induk, 70 kapal perang permukaan berbagai jenis dan kapal selam, 140 pesawat udara serta 20.000 marinir beroperasi di Ā wilayah seluas 124 juta Km2Ā membentang dari Samudera Pasifik hingga perairan sekitar India dan Pakistan.
Kapal induk AS terbesar USS George Washington berada di bawah Armada ke-7 selain kapal induk USS Carl Vinson.
Musibah USS McCain berbuntut dibebastugaskannya Komandan Armada ke-7 AS Laksamana Madya Joseph Aucoin, agaknyaĀ sebagai upaya mengembalikan reputasi AL AS yang sempat anjlok akibat kejadian beruntun itu.
TNI AL, AL Malaysia dan Singapura juga ikut disibukkan akibat kecelakaan USS McCAin dengan mengirimkan sejumlah kapal guna membantu pencarian awak kapal yang masih hilang.
Yang paling bergembira di tengah musibah tersebut tentu saja Korea Utara karena kekuatan armada ke-7 AL AS itu Ā yang pertama kali digerakkan jika pecah perang antara AS dan Korut .Ā (AFP/AP/Reuters/NS)





